what if





Minggu lalu, sang kakek a.k.a kodok a.k.a seducer ngirim gambar ke chat windowku.
Katanya, untuk ilustrasi postingan aku berikutnya. File accepted. Lalu aku klik”open”, and bam!! It shocked me.

Aku terus memikirkan kata-kata itu. Sedih, makin sedih.
Sampai terbawa mimpi malam tadi, dan sukses bikin aku nangis saat terbangun dan mood yang berantakan pagi ini.

Perjalanan ke kantor bukan perjalanan menyenangkan lagi.
Langit terlihat biru terang, udara memang hangat, ada sedikit angin berhembus tapi aku merasa semuanya blurry.

Senyuman Bapak penjual susu di depan jalan itu, tidak semanis biasanya. Hambar.
Roti di toko seberang jalan itu tidak sehangat seperti pagi kemarin. Dingin.
Dan aku sendiri, hanya bisa  sedikit menggerakkan otot pipiku ke kanan-kiri.

**
Aku butuh ice cream, sekarang!!

-MoH-


Menikah itu mudah. Hanya butuh sepasang pengantin, penghulu, saksi-saksi dan mas kawin. Yang repot itu, mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan ataupun resepsinya. Sama seperti sahabatku yang sibuk mempersiapkan setiap hal untuk pernikahannya, akupun demikian.


Bukan. Aku sibuk bukan karena mempersiapkan pernikahanku. Tapi sibuk mempersiapkan perlengkapan dan kebaya yang cantik untuk aku pakai nanti. Aku wajib tampil sempurna, karena aku si Maid of Honor.
Sejak kemarin, aku sudah sibuk browsing model-model kebaya terbaru. Aku ingin model kebaya yang simple, namun angggun dan tetap modern. Untuk kebayanya, aku mau sedikit terlihat seksi, tapi tetap enak dilihat.  Sparkling bros besar dan bustier yang fit badan bisa jadi pelengkap yang manis.


Rambut juga dapat perlu dipikirkan akan dibuat seperti apa. Akankah di sanggul atau dibiarkan tergerai namun tetap rapi. Hmm...biarlah urusan rambut aku serahkan saja pada ahlinya, para hairstylist “melambai” yang aku kenal akrab.  Sedangkan untuk urusan make up, aku hanya akan menyerahkan pengerjaannya to my trusted cousin. Yah, maklum...aku tidak pandai memoles diri. Aku lebih suka berpolos-polos ria,hehe. Jadi, urusan make up aku serahkan ke sepupuku. Selera bermake-up nya sangat bagus, ngga heran klo dia jadi artis. Lumayan, bisa meminimalsir akumulasi biaya yang harus aku keluarkan di salon.


Kebaya checked.
Rambut checked.
Make Up checked.
Acessoris checked.
Pendamping Maid of Honor checked.
**
Baru jadi Maid of Honor aja udah seheboh ini. Gimana kalo beneran jadi Bride???
Hehe..kamu yang sabar ya sayang, jangan kabur kalo kita nyiapin pernikahan nanti.
Eniwei, kapan kamu lamar aku?




A fancy white invitation is in my desk. My name on it.

I wonder who sent it. I feel so curious.
Then, gently I open it.
**
It’s a wedding invitation, from my very best friend. Wow! She’s getting married at the end of November, this year. Actually I knew about it, she told me her wedding plan. But still, I feel surprised.
We have been friends for almost ten years. She and I were born in the same month and year. She do know me and I do know her. 
Last night, she text me. She asked me to come to her wedding day. No doubt my friend, I will. Just trust me, I’ll be there to witness your first step to happiness. I will be your best maid of honor. Wearing a beautiful Kebaya,  I will sing a best prayer for you and your forever love.
I’m happy for you my dear.
**
Now,  all I can do is dreaming. When will your future plan happened to me. Well, I don’t want hoping too much. One important thing I need to do on your wedding reception is standing in front of you to catch the bride’s bouquet.


little story from us


“Let’s go to the park
I wanna kiss you underneath the stars
Maybe we’ll go too far
We just don’t care…we just don’t care”  - John L. -

**
Kamu tertawa puas saat aku lagi(lagi) mengajukan pertanyaan ttitipan Papi & Mami kemarin. Pertanyaanya simple, tapi bisa bikin hidung kamu melebar ke kanan dan kiri – ”pacarmu jadi datang lebaran ini?”. Ahh, ada sedikit rasa enggan mengeluarkan pertanyaan itu, bukan..bukan karena aku ga kangen sama kamu ataupun ga mau kamu lebih dekat dengan calon mertua, tapi lebih karena aku sebal membayangkan mimik wajahmu *sok-artis-punya-banyak-fans* alias sengak!!. Namun karena Sang empunya pertanyaan tiduran nyante di depan aku sambil nonton sinetron *haram-tonton* buatku, akhirnya mau ga mau aku ajukan lagi dan lagi pertanyaan itu. Dan lagi-lagi jawaban dari kamu ”InsyaAllah”.

Besoknya, pertanyaan yang sama diulang-ulang sama Papi & Mami disetiap kesempatan. Dan akupun lagi(lagi), terus nanya hal yang sama ke kamu dan kamu pun menjawab dengan jawaban yang sama. Dah mirip lingkaran setan yang ga putus-putus.

**
But then, kamu udah disini. Di interogasi Papi, Mami, Tante-tanteku, dan semua sepupu dari A to Z. Kamu berusaha tenang, tapi keringat di seluruh badan menggagalkan usaha keras kamu. Dan aku, duduk-manis-disamping-kamu, tersenyum puas sambil sedikit berbisik...don’t be so nervous baby, you’ll be ok..for a while (hahah..untung belum ketemu sama kakek nenek – mudah2an ga bikin kamu ogah dateng lagi).

Di situasi kayak gini, pengen deh rasanya nyulik kamu dari kerumunan orang-orang, terus kita pergi ke suatu tempat yang romantis sambil cerita hal-hal kemarin yang udah kita lalui, dibawah bintang-bintang juga pohon besar kita.

**
Just the two of us!!!

between you and me

I don't want just a memory
Gives me forever
Don't even think about saying good-bye
Cuz I want just one love to be enough
And remain in my heart till I die

So call me romantic
Oh I guess that must be so
There’s something more that you oughta know
I'll never leave you
So don't even ask
I want a love that will last

- Renee Olstead -
We had fight last night. And it happened because of my foolishness.
I saw you angry look, and you saw me dropping tears
“Please don’t be mad at me” I said
Even though the dark of the night covered your smile
But I still could see the love in your eyes
Your love for my heart
--
Kurasa sakit setiap kita berselisih,
Kutetes air mata setiap kita berdiam,
Kurasa aku berbeda dari yang dulu,
Kamu tahu pasti sayang, aku cinta kamu
Kamu tahu pasti sayang, i need you near me
Dan aku tahu pasti, kamu juga merasakan yang sama
--
So, don’t be angry to me
I’m just a silly girl who fall in love with you
So silly that I can’t be without you
Now, I hold your hands forever
And I won’t let go
This is my promise to you and I do believe you promise me the same
So, give me your best smile again
I love to see your big grin
B’coz it will make me do the same
I love you…
**
Sweet forehead kiss for you *of course with a warm hug also*
I’ll be missing you these couple days

(oya, aku seneng banget kamu telp aku setelah aksi "diam" itu, kamu bicara dengan mulut penuh...haha, ternyata kamu kelaparan ya?? makan yg banyak ya sayang...aku suka perut *chubby* kamu)

eat, pray, love

"When I get lonely these days, I think: So be lonely, Liz. Learn your way around loneliness. Make a map of it. Sit with it, for once in your life. Welcome to the human experience."
_eat, pray, love_
** 
Pernah baca buku ini??or mungkin pernah denger??
Aku belum dapet kesempatan buat baca, tapi at least aku sedikit tahu tentang buku ini dari my very best informer, Oprah Winfrey.

Di klub buku Oprah, dia kasih apresiasi must read book karena menurut dia, buku ini memang inspirational. Gimana engga??buku ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan yang sedang mencari arti hidup dengan cara traveling ke Italia, India, dan akhirnya menetap di Indonesia.

Elizabeth Gilbert, sang penulis adalah  seorang wanita Amerika modern, terpelajar, ambisius — suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi ia bukannya merasa gembira dan puas, tetapi malah menjadi panik, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.
Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian akan jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Makan, Doa, Cinta merupakan catatan kejadian di tahun pencarian tersebut. Keinginan Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.
Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan merajut kegembiraan dengan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spiritual.
Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan - yaitu, bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.
Sebuah riwayat hidup yang disajikan dengan gamblang, bijaksana, menggetarkan dan lucu mengenai pencarian jati diri. Makan, Doa, Cinta menggambarkan sesuatu yang dapat terjadi ketika ia mengklaim bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup kita. Buku ini juga menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang dapat terjadi ketika seorang wanita tidak hidup sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakatnya. Ini merupakan kisah yang menyentuh siapa pun yang sadar akan perlunya perubahan.
Nah, rencananya buku ini akan dibuat filmnya. Untuk peran Elizabeth Gilbert akan diperankan oleh Julia Robert dan salah satu setting nya akan bertempat di Bali. Yup guys!! Bali jadi setting syuting film Hollywood. Keren kan!!!
Selain Julia Robert, kabarnya bakal ada si kang mas ”Brad Pitt” juga, wew...(drolling mode on). Syutingnya sendiri bakal dilakukan sekitar bulan Oktober – Desember tahun ini.
Ga pake mikir, aku pasti nonton filmnya. 
 So, kalo kalian gimana??
**
fyuhh..Bloggerku kok lemot ya? 

Belanja terus sampai mati

Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Mendarat Di Sudut Pertokoan

Buang Kepenatan

Awal Dari Sebuah Kepuasan

Kadang Menghadirkan Kebanggaan

Raih Keangkuhan

Tapi Tapi

itu Hanya Kiasan

Juga Juga Suatu Pembenaran

Atas Bujukan Setan

Hasrat Yang Dijebak Jaman

Kita Belanja Terus Sampai Mati

- Efek Rumah Kaca -

Akhir minggu kemarin aku dan dia memang sedang penat-penatnya. Sibuk mengurusi pekerjaan dan kuliah masing-masing. Waktu luang diisi dengan buku, tugas, dan setumpuk file kantor yang harus segera dirapikan. Kalau saja bisa aku ilustrasikan, mungkin begini keadaan kami saat libur kemarin:

Kamar bercat putih, foto – foto kami berdua, sebuah akuarium kecil dengan sepasang lobster merah yang mengeluarkan bau amis karena belum dimandikan, buku – buku teori para diplomat, kertas – kertas putih dengan banyak angka, teve yang menyala dan jam dinding yang masih menunjukkan jam 13.25.

Aku – di depan komputer, input data excel, jari – jari yang terasa keriting, winamp dan facebook yang selalu setia.

Dia – celana pendek favorite, tiduran dengan santai sambil baca buku dan sedikit mengantuk, sesekali memijat pundakku yang kram. 

14.25 :

Aku – masih didepan komputer, window excel di minimize, bales-balesan komen di FB

Dia – masih bertahan dengan bukunya sambil “humming” ga jelas

14.56 :

Aku – lanjutin input data sambil nyanyi lagu – lagu orang kaya

Dia – mulai membiarkan bukunya terjatuh dan kemudian tidur pulas

15.40 :

Aku – kesal sendiri, nyubitin perut dia supaya bangun

Dia – masih bertahan tidur, dengan pulas..tapi ga berapa lama bangun sambil menguap kayak kudanil

16.10 :

Aku – cuci muka, touch up, ganti outfit

Dia – cuci muka, ganti outfit, nongkrong di tempat temen sambil nonton DOTA

16.30 :

Kita : Jalanan – duet lagu efek rumah kaca “belanja terus sampai mati”!!!

**

Hehe, emang itu kerjaan kita untuk melepas penat...belanja!!!