between you and me

I don't want just a memory
Gives me forever
Don't even think about saying good-bye
Cuz I want just one love to be enough
And remain in my heart till I die

So call me romantic
Oh I guess that must be so
There’s something more that you oughta know
I'll never leave you
So don't even ask
I want a love that will last

- Renee Olstead -
We had fight last night. And it happened because of my foolishness.
I saw you angry look, and you saw me dropping tears
“Please don’t be mad at me” I said
Even though the dark of the night covered your smile
But I still could see the love in your eyes
Your love for my heart
--
Kurasa sakit setiap kita berselisih,
Kutetes air mata setiap kita berdiam,
Kurasa aku berbeda dari yang dulu,
Kamu tahu pasti sayang, aku cinta kamu
Kamu tahu pasti sayang, i need you near me
Dan aku tahu pasti, kamu juga merasakan yang sama
--
So, don’t be angry to me
I’m just a silly girl who fall in love with you
So silly that I can’t be without you
Now, I hold your hands forever
And I won’t let go
This is my promise to you and I do believe you promise me the same
So, give me your best smile again
I love to see your big grin
B’coz it will make me do the same
I love you…
**
Sweet forehead kiss for you *of course with a warm hug also*
I’ll be missing you these couple days

(oya, aku seneng banget kamu telp aku setelah aksi "diam" itu, kamu bicara dengan mulut penuh...haha, ternyata kamu kelaparan ya?? makan yg banyak ya sayang...aku suka perut *chubby* kamu)

eat, pray, love

"When I get lonely these days, I think: So be lonely, Liz. Learn your way around loneliness. Make a map of it. Sit with it, for once in your life. Welcome to the human experience."
_eat, pray, love_
** 
Pernah baca buku ini??or mungkin pernah denger??
Aku belum dapet kesempatan buat baca, tapi at least aku sedikit tahu tentang buku ini dari my very best informer, Oprah Winfrey.

Di klub buku Oprah, dia kasih apresiasi must read book karena menurut dia, buku ini memang inspirational. Gimana engga??buku ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan yang sedang mencari arti hidup dengan cara traveling ke Italia, India, dan akhirnya menetap di Indonesia.

Elizabeth Gilbert, sang penulis adalah  seorang wanita Amerika modern, terpelajar, ambisius — suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi ia bukannya merasa gembira dan puas, tetapi malah menjadi panik, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.
Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian akan jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Makan, Doa, Cinta merupakan catatan kejadian di tahun pencarian tersebut. Keinginan Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.
Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan merajut kegembiraan dengan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spiritual.
Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan - yaitu, bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.
Sebuah riwayat hidup yang disajikan dengan gamblang, bijaksana, menggetarkan dan lucu mengenai pencarian jati diri. Makan, Doa, Cinta menggambarkan sesuatu yang dapat terjadi ketika ia mengklaim bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup kita. Buku ini juga menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang dapat terjadi ketika seorang wanita tidak hidup sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakatnya. Ini merupakan kisah yang menyentuh siapa pun yang sadar akan perlunya perubahan.
Nah, rencananya buku ini akan dibuat filmnya. Untuk peran Elizabeth Gilbert akan diperankan oleh Julia Robert dan salah satu setting nya akan bertempat di Bali. Yup guys!! Bali jadi setting syuting film Hollywood. Keren kan!!!
Selain Julia Robert, kabarnya bakal ada si kang mas ”Brad Pitt” juga, wew...(drolling mode on). Syutingnya sendiri bakal dilakukan sekitar bulan Oktober – Desember tahun ini.
Ga pake mikir, aku pasti nonton filmnya. 
 So, kalo kalian gimana??
**
fyuhh..Bloggerku kok lemot ya? 

Belanja terus sampai mati

Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Mendarat Di Sudut Pertokoan

Buang Kepenatan

Awal Dari Sebuah Kepuasan

Kadang Menghadirkan Kebanggaan

Raih Keangkuhan

Tapi Tapi

itu Hanya Kiasan

Juga Juga Suatu Pembenaran

Atas Bujukan Setan

Hasrat Yang Dijebak Jaman

Kita Belanja Terus Sampai Mati

- Efek Rumah Kaca -

Akhir minggu kemarin aku dan dia memang sedang penat-penatnya. Sibuk mengurusi pekerjaan dan kuliah masing-masing. Waktu luang diisi dengan buku, tugas, dan setumpuk file kantor yang harus segera dirapikan. Kalau saja bisa aku ilustrasikan, mungkin begini keadaan kami saat libur kemarin:

Kamar bercat putih, foto – foto kami berdua, sebuah akuarium kecil dengan sepasang lobster merah yang mengeluarkan bau amis karena belum dimandikan, buku – buku teori para diplomat, kertas – kertas putih dengan banyak angka, teve yang menyala dan jam dinding yang masih menunjukkan jam 13.25.

Aku – di depan komputer, input data excel, jari – jari yang terasa keriting, winamp dan facebook yang selalu setia.

Dia – celana pendek favorite, tiduran dengan santai sambil baca buku dan sedikit mengantuk, sesekali memijat pundakku yang kram. 

14.25 :

Aku – masih didepan komputer, window excel di minimize, bales-balesan komen di FB

Dia – masih bertahan dengan bukunya sambil “humming” ga jelas

14.56 :

Aku – lanjutin input data sambil nyanyi lagu – lagu orang kaya

Dia – mulai membiarkan bukunya terjatuh dan kemudian tidur pulas

15.40 :

Aku – kesal sendiri, nyubitin perut dia supaya bangun

Dia – masih bertahan tidur, dengan pulas..tapi ga berapa lama bangun sambil menguap kayak kudanil

16.10 :

Aku – cuci muka, touch up, ganti outfit

Dia – cuci muka, ganti outfit, nongkrong di tempat temen sambil nonton DOTA

16.30 :

Kita : Jalanan – duet lagu efek rumah kaca “belanja terus sampai mati”!!!

**

Hehe, emang itu kerjaan kita untuk melepas penat...belanja!!!

 

 



a gift

Seorang sahabat melihatku dengan tatapan penuh tanya. Kedua matanya terpaku pada sebuah cincin emas putih bermata yang melingkar di jari tengahku. Janggal, pikirnya. Karena tatapannya itu, akupun tersadar dan menjawab semua tanya di benaknya.

”Bagus kan??” tanyaku sambil memperlihatkan cincin itu. Dia mengangguk tanda setuju.
”Kau sudah tunangan?” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.
”Menurutmu??!!” jawabku singkat disertai senyum simpul penuh rahasia.
”Waahh..selamat ya, semoga bisa berlanjut hingga pernikahan” doanya 
Senyumku semakin berkembang pagi ini, sambil mengamini doa yang dia panjatkan.

Tuhan, terima kasih atas hadiah yang Engkau berikan. Berikanlah restu -Mu agar kami selalu bisa saling mengasihi hingga akhir, Amin. 

--
Hadiah untuk sang kakek karena sabar menunggu

sial

Lucu; adalah satu hal yang buat aku betah berlama-lama berada di dekatmu. Seperti sabtu sore kemarin, saat aku duduk dibelakangmu yang sedang menghindari kemacetan akhir minggu. Dalam perjalanan menuju sebuah cafĂ©, aku melihat sepasang suami istri pemulung yang sedang berjalan entah kemana sambil bergandengan tangan, saling menjaga. Seperti biasa, rasa empatiku seketika muncul. Sambil memelukmu, aku berkata: 

”lihat deh Yang...mereka hebat ya? Walaupun dalam kondisi yang serba kekurangan, mereka masih setia menjaga satu sama lain. ”
”iya” 
”kok tega sih anak-anaknya ngebiarin orang tuanya kerja seperti itu??”
”iya”
”eh, kamu tau ga?? Ada juga pasangan pemulung di seputaran Univeritas A? Anaknya sekarang di universitas yang sama!!”
”Wah, hebat!! Mudah-mudahan anaknya bisa naikin derajat kedua orang tuanya ya?!” (dengan wajah polos atau mungkin ”bodoh” dan tanpa curiga).
”naikin derajat apaan??!! Lah wong anaknya juga mulung kok disana!!!hwahahahahaha!!!” (tertawa terbahak-bahak setengah berteriak).

Aaaaarrrgghhhhh....

---
Sial!! Kena lagi ditipu sama dia. Awas yak!!

my fat brother

Baru saja adikku menelepon, dengan hebohnya dia bercerita tentang keinginannya untuk membeli sepeda dari uang tabungan sekolahnya sendiri. Rindu rasanya mendengar celoteh si gendut itu. Dia memang sangat polos, tapi berpikiran dewasa. 

Ada saja celotehannya yang bisa membuat aku tergelak atau bahkan diam tanpa kata. Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa mengaku kalah padanya. Seperti ketika kemarin kita berbincang, seperti biasa sebagai seorang kakak yang baik tidak lupa untuk menggoda adiknya yang lugu. Dengan cuek aku bertanya tentang berat badannya. 

”naik berapa kilo kamu??”
”umm, sedikit kok...sekarang beratku jadi 52 kilo”
”hah?!!gila...mau jadi sebesar apa sih kamu??badak??ato gajah??, hei...jangan gendut-gendut donk, nanti gada yang naksir lo!!”
(dengan santainya dia menjawab)
”aahh, tenang aja...pasti nanti juga ada yg s
uka. Buktinya, kamu juga suka sama si Aa perut gendut itu kan??”
(merasa mau atas kekalahan telak, aku hanya bisa berkata..)

”sial...pintar banget kamu ngomongnya!!”

---
Kalau saja dia ada disamping aku, pasti sudah kujewer kuping mungilnya itu, kutarik dia kedalam kamar dan kubanting ke atas kasur. Pasti habis dia kubuat geli sampai menangis, hihihi.


mantra

[“Sayang, udah donk ngerokoknya…aku ngerti klo sekarang kita lagi hang-out sama temen-temen, tapi ga berarti juga benda itu kamu bakar terus-terusan kan???”
“Sayang!!, kok ga nurutin apa yang aku bilang sih??”
”Sayang!!!! (cubitan kecil mendarat di perut buncitnya)”]  


Semalam aku terus merengek padanya tuk berhenti merokok. Tapi memang sudah jadi harga mati baginya jika sedang kumpul-kumpul dengan teman-teman, beberapa batang rokok wajib dihisap, ”obat pergaulan” katanya. Mataku yang terbuka lebar alisa melotot ganas padanya pun tak dihiraukan. 

Ahhh, capek juga larang seorang pria tuk berhenti merokok. Semua upaya sudah dilakukan. Segala macam jenis ancaman hingga cubitan maut sudah aku lakukan, tapi toh tidak ada efek jera baginya. Malah, dia semakin leluasa merokok karena didukung kakak aku sendiri untuk merokok dengan lagi-lagi membakar lintingan daun tembakau itu dihadapan dia. Aaarrgghhh....

Saking pasrahnya, akupun melakukan serangan terakhir. Duduk manis sambil menatap matanya dan dengan lembut membelai rambutnya yang sedikit acak-acakan akupun merapal mantra:

”Sayang...berhenti ngerokoknya ya??Aku sayang sama kamu...aku ga mau kamu sakit. Kamu tahu, satu batang rokok bisa mengurangi 11 menit waktu kamu sama aku., dan aku bakal ngelakuin apa aja asal hal itu ga terjadi. I love you...”

Dia terkejut sesaat setelah aku merapal mantra padanya. Dia hanya bisa terdiam dan akhirnya menuruti apa yang aku katakan. 

---
Sayang, apa yang aku katakan semalam sama sekali bukan sebuah mantra yang aku dapat dari seorang dukun cinta. Itu adalah apa yang aku rasakan dan memang benar adanya.