my fat brother

Baru saja adikku menelepon, dengan hebohnya dia bercerita tentang keinginannya untuk membeli sepeda dari uang tabungan sekolahnya sendiri. Rindu rasanya mendengar celoteh si gendut itu. Dia memang sangat polos, tapi berpikiran dewasa. 

Ada saja celotehannya yang bisa membuat aku tergelak atau bahkan diam tanpa kata. Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa mengaku kalah padanya. Seperti ketika kemarin kita berbincang, seperti biasa sebagai seorang kakak yang baik tidak lupa untuk menggoda adiknya yang lugu. Dengan cuek aku bertanya tentang berat badannya. 

”naik berapa kilo kamu??”
”umm, sedikit kok...sekarang beratku jadi 52 kilo”
”hah?!!gila...mau jadi sebesar apa sih kamu??badak??ato gajah??, hei...jangan gendut-gendut donk, nanti gada yang naksir lo!!”
(dengan santainya dia menjawab)
”aahh, tenang aja...pasti nanti juga ada yg s
uka. Buktinya, kamu juga suka sama si Aa perut gendut itu kan??”
(merasa mau atas kekalahan telak, aku hanya bisa berkata..)

”sial...pintar banget kamu ngomongnya!!”

---
Kalau saja dia ada disamping aku, pasti sudah kujewer kuping mungilnya itu, kutarik dia kedalam kamar dan kubanting ke atas kasur. Pasti habis dia kubuat geli sampai menangis, hihihi.


4 komentar:

denny mengatakan...

" seperti biasa sebagai seorang kakak yang baik tidak lupa untuk menggoda adiknya yang lugu"

ooo... gitu ya kakak yg baik itu...
hmmm.....

kujewer, kutarik, kubanting, ck ck ck.. ku smek down,..
hehe.,..

bee, jangan disiksa adeknya, itu KDRT namanya :P

12 Juni 2009 13.28  
Bee mengatakan...

@ marty: justru itu tanda kasih sayang terhadap adek,

*menjewer tanda sayang
*membanting tanda gemez

iya kan kek?!!

12 Juni 2009 13.33  
denny mengatakan...

bee..

so, tanda sayang ke lovers?
menggaruk? mencubit? memukul dengan raket?
atau melempar bola basket pas di tengah idung...

hehehe...

12 Juni 2009 13.46  
Bee mengatakan...

kek...

mau tauuu aja!!
rahasia donk, yang pasti dia puas...
hahahah

12 Juni 2009 13.50