mantra

[“Sayang, udah donk ngerokoknya…aku ngerti klo sekarang kita lagi hang-out sama temen-temen, tapi ga berarti juga benda itu kamu bakar terus-terusan kan???”
“Sayang!!, kok ga nurutin apa yang aku bilang sih??”
”Sayang!!!! (cubitan kecil mendarat di perut buncitnya)”]  


Semalam aku terus merengek padanya tuk berhenti merokok. Tapi memang sudah jadi harga mati baginya jika sedang kumpul-kumpul dengan teman-teman, beberapa batang rokok wajib dihisap, ”obat pergaulan” katanya. Mataku yang terbuka lebar alisa melotot ganas padanya pun tak dihiraukan. 

Ahhh, capek juga larang seorang pria tuk berhenti merokok. Semua upaya sudah dilakukan. Segala macam jenis ancaman hingga cubitan maut sudah aku lakukan, tapi toh tidak ada efek jera baginya. Malah, dia semakin leluasa merokok karena didukung kakak aku sendiri untuk merokok dengan lagi-lagi membakar lintingan daun tembakau itu dihadapan dia. Aaarrgghhh....

Saking pasrahnya, akupun melakukan serangan terakhir. Duduk manis sambil menatap matanya dan dengan lembut membelai rambutnya yang sedikit acak-acakan akupun merapal mantra:

”Sayang...berhenti ngerokoknya ya??Aku sayang sama kamu...aku ga mau kamu sakit. Kamu tahu, satu batang rokok bisa mengurangi 11 menit waktu kamu sama aku., dan aku bakal ngelakuin apa aja asal hal itu ga terjadi. I love you...”

Dia terkejut sesaat setelah aku merapal mantra padanya. Dia hanya bisa terdiam dan akhirnya menuruti apa yang aku katakan. 

---
Sayang, apa yang aku katakan semalam sama sekali bukan sebuah mantra yang aku dapat dari seorang dukun cinta. Itu adalah apa yang aku rasakan dan memang benar adanya. 

3 komentar:

denny mengatakan...

dukun cinta???

memang bukan
tapi kalo anak dukun iya..

:P

11 Juni 2009 12.05  
denny mengatakan...

mantra??
dukun cinta??


bukannya situ anak dukun ya bee...

hehehe...

12 Juni 2009 12.28  
Bee mengatakan...

@marty: sssttt..jgn bilang siapa-siapa (nyanyikan dengan sengau seperti pinkan "es" mambo)

12 Juni 2009 12.33