Takkan pernah

Sekilas ingatan tentang seorang pria kembali memenuhi ruang-ruang otakku. Seorang pria yang aku kenal dengan sangat baik seumur hidupku.

Wajahnya

Senyumnya
Rambutnya
Tubuhnya
Dan cintanya
--

Tubuh tegaknya kokoh berjalan pasti menuju pintu itu. Tangan kirinya membawa tas hitam dan tangan kanannya menggenggam tangan seorang gadis kecil. Gadis itu bersorak bahagia bisa selalu bersama pria itu. Duduk di pangkuannya sambil bermain dengan Chiko, boneka barbienya.

Siang itu mereka habiskan waktu bersama. Sang pria tak henti-hentinya memusatkan pandangan pada gadis itu. Makan siang kali itu terasa istimewa ditemani gadisnya. Rasa lelah di gurat wajahnya seketika lenyap terganti tawa di bibirnya. Gadis itu senang membuat Sang pria tergelak, senang melihat deret giginya yang putih tak ternoda.

Kini sang gadis tak dapat lagi duduk di pangkuan sang pria. Tak lagi dapat melihat indahnya senyumnya seperti siang itu. Tak lagi dapat menggenggam tangan lembutnya seperti dulu.

Jarak memang memisahkan mereka berdua. Tapi sang pria tidak pernah rela melepaskan gadisnya lepas dari pandangan walaupun sedetik. Hingga akhir hidupnya dia takkan pernah rela, begitu pula sebaliknya.

Aku takkan pernah rela.

--
Uuhh, gloomy day

2 komentar:

denny mengatakan...

:)

ada yg homesick berat ni kayanya...

26 Mei 2009 12.42  
Bee mengatakan...

sama lah, kakek juga homesick kan???

26 Mei 2009 13.01